Pages

Selasa, 02 Desember 2014

BAGIAN-BAGIAN SEL DAN FUNGSI ORGANEL

sel
Bagian-bagian utama sel
BIOLOGI SEL
Sel merupakan unit struktural dan fungsional yang menjadi kesatuan hereditas dalam pertumbuhan makhluk hidup. Secara umum terdapat empat teori yang terkenal mengenai sel yaitu :
  1. Sel merupakan unit struktural makhluk hidup (Mathias Jacob Schleiden - Theodor Schwann)
  2. Sel merupakan unit fungsional makhluk hidup (Max Schultze)
  3. Sel merupakan unit pertumbuhan makhluk hidup (Rudolf Virchow)
  4. Sel merupakan unit hereditas makhluk hidup (Walter Sutton - Theodor Boveri)
BAGIAN-BAGIAN SEL
Secara garis besar, sel dibagi menjadi tiga bagian utama yaitu :
1. Membran sel (hewan) atau dinding sel (tumbuhan)
Membran sel merupakan bagian terluar dari sel dan sitoplasma yang berfungsi mengatur pertukaran substansi zat dan melindungi bagian dalam sel. Pada sel tumbuhan terdapat dinding sel yang berfungsi :
a. Melindungi bagian sel yang terletak lebih dalam
b. Memperkokoh sel
c. Mencegah agar sel tidak pecah
d. Menjadi tempat berpindahnya air dan  mineral
struktur membran sel
Model mosaic cairan membran sel
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai struktur, karakteristik, dan fungsi membran sel serta jenis transportasi molekul yang terjadi pada membran sel, silahkan klik link read more.
2. Sitoplasma
Sitoplasma merupakan massa protoplasma yang terletak di bagian dalam sel di antara membran sel dan nukleus. Sitoplasma terdiri dari dua bagian yaitu bagian luar (ektoplasma) dan bagian dalam (endoplasma). Sitoplasma dapat berbentuk cair atau gel dan berperan penting dalam transportasi zat makanan. Di dalam sitoplasma terdapat organel-orgnael sel yang memiliki fungsi-fungsi tertentu. Sitoplasma tediri dari matriks dan inklusio sitoplasma. 
sitoplasma
Sitoplasma dan organel sel
Untuk mengetahui karakteristik dan fungsi sitoplasma lebih detail, silahkan klik link read more. 
3. Inti sel (nukleus)
Merupakan salah satu organel terbesar yang dilindungi oleh membran nukleus yang disebut nukleus dan di dalamnya terdapat nukleolus. Nukleus berfungsi :
a. sebagai pusat pengatur seluruh kegiatan sel 
b. mengendalikan reproduksi sel
c. mengatur sintesis protein
nukleus
Bagian-bagian inti sel
Inti sel atau nukleus teridiri dari tiga bagian utama yaitu membran inti, nukleolus, dan nukleoplasma. Untuk struktur dan karakteristik bagian-bagian inti sel, silahkan klik link read more. 
FUNGSI ORGANEL
Organel adalah bagian atau organ di dalam sel yang memiliki fungsi tertentu. Organel yang terdapat dalam sel antara lain inti sel, plastida, ribosom, vakuola, mitokondria, badan golgi, retikulum endoplasma, lisosom, badan mikro, mikrotubulus dan mikrofilamen. Berikut beberapa fungsi dari organel sel :
1. Retikulum endoplasma
Merupakan organel yang berbentuk saluran-saluran yang terhubung dengan inti. Retikulum endoplasma terdiri dari 2 jenis yaitu retikulum endoplasma halus (REH) yang tidak mengandung ribosom, dan retikulum endoplasma kasar (REK) yang merupakan tempat menempelnya ribosom. Retikulum endoplasma memiliki fungsi antaralain :
a. berperan dalam transport zat
b. tempat menempelnya ribosom

REK
Retikulum endoplasma
2. Mitokondria
Merupakan organel sel yang berbentuk kapsul dengan saluran lekuk pendek di bagian dalamnya. Mitokondria dilindungi oleh membran rangkap. Adapun fungsi mitokondria yaitu :
a. untuk respirasi sel
b. pusat pembangkit tenaga

mitokondria
Struktur mitokondria
3. Badan golgi
Merupakan organel yang berbentuk bulatan yang memiliki fungsi sebagai berikut :
a. berperan penting dalam sekresi zat
b. sintesis lisosom
c. mengangkut dan mengubah materi zat secara kimia
d. membentuk kantung pembungkus zat yang akan dikeluarkan
e. membentuk membran plasma
f. membentuk dindign sel (pektin, selulosa, dan hemiselulosa)
g. membentuk akrosom pada sperma, kuning telur, dan lisosom.

badan golgi
Struktur badan golgi
4. Ribosom
Merupakan organel sel yang terdapat di sitoplasma dan menempel di retikulum endoplasma kasar. Ribosom memiliki peran penting untuk sintesis protein.

ribosom
Ribosom
5. Lisosom
Organel yang banyak ditemukan dalam sel-sel yang berperan penting dalam imunitas seperti leukosit dan limfosit. Lisosom memiliki beberapa fungsi diantaranya :
a. mencerna zat-zat yang belum dapat diurai
b. menghancurkan bagian sel yang tidak berguna lagi
c. mencerna makanan cadangan di saat kekurangan
d. merupakan tempat pembentukan enzim pencernaan
e. menetralkan zat yang menyebabkan kanker (karsinogen)

lisosom
Lisosom
6. Plastida
Merupakan organel yang khas pada sel tumbuhan sebagai tempat pigmen warna. Plastida terdiri dari beberapa bagian seperti kloroplas, kromoplas, dan leukoplas.
struktur koloroplas
Kloroplas
7. Vakuola
Vakuola umumnya ditemui pada sel tumbuhan. Vakuola merupakan organel yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan sekaligus menyimpan zat-zat yang akan dieksresikan.
vakuola
Vakuola
8. Mikro tubulus
Merupakan organel mikro yang berfungsi sebagai kerangka sel dan berperan penting dalam pembentukan spindel.
mikrotubulus
Mikrotubulus
9. Mikro filamen
Merupakan benang-benang filamen halus yang mempengaruhi kontraksi sel.

mikrofilamen
Mikrofilamen

Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan
Sel hewan dan sel tumbuhan memiliki perbedaan. Ada beberapa organel yang hanya terdapat pada sel hewan atau sebaliknya. Untuk perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan, silahkan klik link read more.
Struktur Sel Hewan dan Sel Tumbuhan
struktur sel
Sel tumbuhan (atas) dan sel hewan (bawah)

METODE PENGIRIMAN SURAT ELEKTRONIK

Untuk mengirim surat elektronik kita memerlukan suatu program mail-client. Surat elektronik yang kita kirim akan melalui beberapa poin sebelum sampai di tujuan. Mulai dari surat elektronik dikirim ? Internet ? POP3 server penyedia e-mail penerima ? e-mail client (di komputer si penerima) ? surat elektronik dibaca si penerima
Terlihat surat elektronik yang terkirim hanya melalui 5 poin (selain komputer pengirim dan penerima). Sebenarnya lebih dari itu sebab setelah surat elektronik meninggalkan POP3 Server maka itu akan melalui banyak server-server lainnya. Tidak tertutup kemungkinan surat elektronik yang kita kirim disadap orang lain. Maka dari itu bila surat elektronik yang kita kirim mengandung isi yang sensitif sebaiknya kita melakukan tindakan pencegahan, dengan mengacak (enkrip) data dalam surat elektronik tersebut (contohnya menggunakan PGPsertifikat digital, dan lain-lain)

SEJARAH SURAT ELEKTRONIK

Surat elektronik sudah mulai dipakai pada tahun 1960-an. Pada saat itu Internet belum terbentuk, yang ada hanyalah kumpulan 'mainframe' yang terbentuk sebagaijaringan. Mulai tahun 1980-an, surat elektronik sudah bisa dinikmati oleh khalayak umum. Sekarang ini banyak perusahaan pos di berbagai negara menurun penghasilannya disebabkan masyarakat sudah tidak memakai jasa pos lagi.
Anatomi Ratel, sebagai contoh:
USERNAME@EXAMPLE.COM
Keterangan:
  • emailsaya: nama kotak surat (mailbox) atau nama pengguna (username) yang ingin dituju dalam mailserver
  • surabaya.vibriel.net.id: nama mailserver tempat pengguna yang dituju, rinciannya:
    • surabayasubdomain (milik pemegang nama domain), biasanya merujuk ke suatu komputer dalam lingkungan pemilik domain
    • vibriel: nama domain, biasanya menunjukkan nama perusahaan/organisasi/perorangan (Vibriel)
    • netsecond level domain, menunjukkan bahwa domain ini termasuk kategori networking (net)
    • idtop level domain, menunjukkan bahwa domain ini terdaftar di otoritas domain Indonesia (id)

PENGERTIAN SURAT ELEKTRONIK

Surat elektronik (akronim: ratelratronsurel, atau surat-e) atau pos elektronik (akronim:pos-el.) atau imel (bahasa Inggrisemail) adalah sarana kirim mengirim surat melalui jalurjaringan komputer (misalnya Internet).
Dengan surat biasa umumnya pengirim perlu membayar per pengiriman (dengan membeliperangko), tetapi surat elektronik umumnya biaya yang dikeluarkan adalah biaya untuk membayar sambungan Internet. Tapi ada perkecualian misalnya surat elektronik ke telepon genggam, kadang pembayarannya ditagih per pengiriman
.

NODUS RANVIER

Nodus ranvier adalah celah kecil yang terbentuk diantara selubung mielin yang membungkus dan melindungi akson. Akson tidak terbungkus pada celah ini, yang memungkinkan untuk menghasilkan aktivitas listrik. Fungsi dari nodus ranvier adalah untuk memungkinkan nutrisi serta zat buangan untuk masuk dan keluar dari neuron (sel saraf).
1. Sejarah Penemuan Nodus Ranvier
Louis-Antoine Ranvier menemukan nodus atau kesenjangan yang berada di dalam selubung mielin pada tahun 1878 setelah menjadi asisten dari Claude Bernard pada tahun 1867. Penemuan nodus ini kemudian ia namakan nodus ranvier. Penemuan ini menyebabkan Ranvier melakukan pemeriksaan histologis terhadap selubung mielin dan sel schwann.

2. Struktur Nodus Ranvier
Selubung mielin membungkus akson, namun tidak seluruh bagian akson dibungkus olehnya. Bagian yang tidak terbungkus inilah yang disebut nodus ranvier. Panjang nodus ranvier hanya sekitar 1 sampai 2 milimeter. Terdapat natrium, kalium, ATP, dan kalsium yang memungkinkan untuk menghasilkan potensial aksi. Nodus ranvier terletak di antara kedua selubung mielin. Adanya nodus ranvier menyebabkan rendahnya kapasitas isolator listrik dan meningkatkan suatu resistensi tinggi, namun dapat mengganggu isolasi pada selubung mielin sehinga memungkinkan impuls untuk melompat-lompat. Impuls yang melompat-lompat ini membuat pengiriman impuls sepanjang akson menjadi lebih cepat.
3. Fungsi Nodus Ranvier
Potensial aksi adalah lonjakan debit ion positif dan negatif yang bergerak sepanjang membran sel. Penciptaan dan konduksi potensial aksi merupakan sarana dasar komunikasi dalam sistem saraf. Potensial aksi melakukan perjalanan dari satu lokasi di dalam sel yang lain, tetapi aliran ion melintasi membran sel hanya terjadi pada nodus ranvier. Akibatnya, sinyal potensial aksi melompat sepanjang akson dari nodus ke nodus. Ini jauh lebih cepat daripada hanya menyebar seperti di akson yang tidak memiliki selubung mielin.

JENIS-JENIS PETA

Peta dapat digolongkan berdasarkan bentuknya yaitu:
  1. Peta timbul, peta jenis ini menggambarkan bentuk  permukaan bumi yang sebenarnya, misalnya peta relief.
  2. Peta datar (peta biasa), peta umumnya yang dibuat pada bidang datar, misalnya kertas, kain atau kanvas.
  3. Peta digital, peta digital adalah peta yang datanya terdapat pada suatu pita magnetik atau disket, sedangkan pengolahan dan penyajian datanya menggunakan komputer. Peta digital dapat ditayangkan melalui monitor komputer atau layar televisi. Peta digital ini hadir seiring perkembangan teknologi komputer dan perlatan digital lainnya.


Penyajian gambaran permukaan bumi pada suatu peta datar dapat digolongkan dalam dua jenis bayangan grafis yaitu:
  1. Peta Garis, bayangan permukaan bumi pada peta terdiri atas garis, titik, dan area yang dilengkapi teks dan simbol sebagai tambahan informasi.
  2. Peta Citra/Foto, bayangan permukaan bumi disajikan dalam bentuk citra/foto yang merupakan informasi berasal dari sensor.
 


Data dan informasi yang disajikan pada suatu peta tergantung maksud dan tujuan pembuatannya, sehingga peta dapat dibedakan atas:
  1. Peta Topografi, peta yang menyajikan berbagai jenis informasi unsur-unsur alam dan buatan permukaan bumi dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan pekerjaan. Peta topografi dikenal juga sebagai peta dasar, karena dapat digunakan untuk pembuatan peta-peta lainnya..
       Contoh peta yang digolongkan sebagai peta topografi:
  • Peta planimetrik, peta yang menyajikan beberapa jenis unsur permukaan bumi tanpa penyajian informasi ketinggian.
  • Peta kadaster/pendaftaran tanah, peta yang menyajikan data mengenai kepemilikan tanah, ukuran, dan bentuk lahan serta beberapa informasi lainnya.
  • Peta bathimetrik, peta yang menyajikan informasi kedalaman dan bentuk dasar laut.


2. Peta Tematik, peta yang menyajikan unsur/tema tertentu permukaan bumi sesuai dengan keperluan penggunaan peta tersebut. Data tematik yang disajikan dapat dalam bentuk kualitatif dan kuantitatif.
Contoh peta yang digolongkan sebagai peta tematik:
  • Peta diagram, pada peta ini subyek tematik yang berelasi disajikan dalam bentuk diagram yang proporsional.
  • Peta distribusi, pada peta ini menggunakan simbol titik untuk menyajikan suatu informasi yang spesifik dan memiliki kuantitas yang pasti.
  • Peta isoline, pada peta ini menyajikan harga numerik untuk distribusi yang kontinu dalam bentuk garis yang terhubung pada suatu nilai yang sama.
  
Jenis peta berdasarkan skalanya
  1. Peta kadaster, yaitu peta yang memiliki skala antara 1 : 100 sampai dengan 1 : 5.000. Contoh: Peta hak milik tanah.
  2. Peta skala besar, yaitu peta yang memiliki skala antara 1 : 5.000 sampai dengan 1: 250.000. Contoh: Peta topografi
  3. Peta skala sedang, yaitu peta yang memiliki skala antara 1 : 250.000 sampai dengan 1 : 500.000. Contoh: Peta kabupaten per provinsi.
  4. Peta skala kecil, yaitu peta yang memiliki skala antara 1 : 500.000 sampai dengan 1 : 1.000.000. Contoh: Peta Provinsi di Indonesia.
  5. Peta geografi, yaitu peta yang memiliki skala lebih kecil dari 1 : 1.000.000. Contoh: Peta Indonesia dan peta dunia.
Berdasarkan sumber datanya, peta dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
  1. Peta Induk (Basic Map). Peta induk yaitu peta yang dihasilkan dari survei langsung di lapangan. Peta induk ini dapat digunakan sebagai dasar untuk pembuatan peta topografi, sehingga dapat dikatakan pula sebagai peta dasar (basic map). Peta dasar inilah yang dijadikan sebagai acuan dalam pembuatan peta-peta lainnya.
  2. Peta Turunan (Derived Map). Peta turunan yaitu peta yang dibuat berdasarkan pada acuan peta yang sudah ada, sehingga tidak memerlukan survei langsung ke lapangan. Peta turunan ini tidak bisa digunakan sebagai peta dasar.

Jenis Peta Berdasarkan Keadaan Objek
  1. Peta dinamik, yaitu peta yang menggambarkan labil atau meningkat. Misalnya peta transmigrasi atau urbanisasi, peta aliran sungai, peta perluasan tambang, dan sebagainya.
  2. Peta stasioner, yaitu peta yang menggambarkan keadaan stabil atau tetap. Misalnya, peta tanah, peta wilayah, peta geologi, dan sebagainya.

Jenis Peta Statistik
  1. Peta statistik distribusi kualitatif, adalah peta yang menggambarkan kevariasian jenis data, tanpa memperhitungkan jumlahnya, contohnya: peta tanah, peta budaya, peta agama, dan sebagainya.
  2. Peta statistik distribusi kuantitatif, adalah peta yang menggambarkan jumlah data, yang biasanya berdasarkan perhitungan persentase atau pun frekuensi. Misalnya, peta penduduk, peta curah hujan, peta pendidikan, dan sebagainya.

Berdasarkan fungsi atau kepentingannya, peta dapat dibedakan menjadi:
  1. Peta geografi dan topografi;
  2. Peta geologik, hidrologi, dan hidrografi;
  3. Peta lalu lintas dan komunikasi;
  4. Peta yang berhubungan dengan kebudayaan dan sejarah, misalnya: peta bahasa, peta ras;
  5. Peta lokasi dan persebaran hewan dan tumbuhan;
  6. Peta cuaca dan iklim;
  7. Peta ekonomi dan statistik.

UNSUR-UNSUR PETA

Unsur-Unsur Peta
1) Judul Peta : Adalah keterangan tentang daerah yang digambarkan dan biasanya dicantumkan diatas gambar peta.
2) Petunjuk Arah : Adalah gambar mata angin yang penggambarannya cukup dengan huruf U (arah utara) yang terletak dibagian kosong (pinggir peta) agar tidak mengganggu inti peta yang ingin di informasikan.
3) Skala : Adalah ukuran perbandingan antara keaadaan yang ada pada peta dengan keadaan aslinya.
4) Tahun Pembuatan : Menggambarkan keadaan lapangan baik asli ataupun buatan.
5) Legenda : Penjelasan penting mengenai simbol-simbol yang digunakan pada peta. 
6) Garis Astronomis : Garis yang digunakan untuk menentukan lokasi suatu tempat.
7) Simbol : Tanda-tanda konvensional yang digunakan untuk mewakili keadaan sesungguhnya.
8) Lettering : Semua tulisan yang digunakan untuk mempertegas arti simbol-simbol yang ada.
9) Inset : Peta kecil yang berada pada peta besar.
10) Garis Tepi : Membantu pembuatan peta agar berada tepat di tengah-tengahnya.
11) Tata Warna : Setiap warna yang ada pada peta mempunyai penjelasan-penjelasa keadaan tempat yang digambarkan.